Jumat, 16 Oktober 2015

Contoh Paragraf Deduktif, Induktif dan Campuran

KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa atas segala berkat rahmat serta karunia-Nya, sehingga saya dapat menulis tulisan saya yang berjudul “Paragraf Deduktif, Induktif, dan Campuran”.

Jika ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf, karena saya masih baru memulai untuk membuat sebuah tulisan.

Sekian kata pengantar dari saya. Kurang lebihnya saya ucapkan mohon maaf. Terima kasih telah membaca tulisan saya berikut ini.



 


 



Jakarta, 16 Oktober 2015



Yeremia Wise Barus










BAB I
PENDAHULUAN


1.1     Latar Belakang

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang dipakai oleh bangsa bangsa Indonesia, yang berfungsi sebagai lambang kebangsaan nasional, identitas kebangsaan, alat pemersatu berbagai suku bangsa, dan sebagai bahasa pengantar di negara Indonesia. Namun pada kenyataannya, warga bangsa Indonesia kurang memperdulikan bahasa Indonesia, terutama dalam ragam tulisan. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain, dalam ragam tulisan kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa, struktur bentuk kata, struktur kalimat, serta kelengkapan bahasa di dalam struktur bahasa. Ragam tulisan berkaitan erat dengan karangan, baik berupa karangan pendek maupun karangan panjang. Untuk membuat sebuah karangan, kita harus mempelajari paragraf dan segala aspeknya. Paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis-sistematis yang merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan. Adapun paragraf dibagi dalam beberapa jenis paragraf, diantaranya paragraf deduktif, paragraf induktif, dan paragraf campuran. Untuk mempelajari dan memahami ketiga jenis paragraf tersebut,  maka disusunlah makalah yang berjudul “Paragraf Deduktif, Induktif, dan Campuran”. Dengan dibuatnya makalah ini, penyusun berharap pembaca dapat lebih memahami paragraf deduktif, induktif, dan campuran, baik dalam mengenali maupun dalam penggunaannya.

1.2. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini, kami memaparkan masalah mengenai :
1.2.1. Apakah yang dimaksud paragraf deduktif ?
1.2.2. Apakah yang dimaksud paragraf induktif ?
1.2.3. Apakah yang dimaksud paragraf campuran ?
1.3.  Tujuan Masalah

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.3.1. Mengetahui dan memahami paragaraf deduktif
1.3.2. Mengetahui dan memahami paragraf induktif
1.3.3. Mengetahui dan memahami paragraf campuran
BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama. Pola pengembangan paragraf ini yaitu umum - khusus. Kalimat topik dikembangkan dengan pemaparan ataupun deskripsi sampai bagian-bagian kecil sehingga pengertian kalimat topik yang bersifat umum menjadi jelas (umum-khusus). Paragraf yang cara pengembangannya seperti ini biasa kita kenal dengan paragraf deduktif.

Contoh 1:
Setiap hari selalu terjadi kemacetan di Jakarta.Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor , antara lain : Pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.

Contoh 2:
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa teh mempunyai banyak manfaat. Mengonsumsi teh secara teratur dapat mencegah kanker meskipun tidak terlalu besar. Teh juga menguatkan tulang dan mencegah pertumbuhan plak di permukaan gigi sehingga mencegah gigi berlubang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan cairan tubuh seperti air putih, teh juga melawan penyakit jantung.


2.2. Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat akhir. Pola pengembangan paragraf ini yaitu khusus - umum. Paragraf dimulai dengan penjelasan bagian-bagian konkret atau khusus yang dituangkan dalam beberapa kalimat pengembang. Berdasarkan penjelasan tersebut pengarang sampai kepada kesimpulan umum yang dinyatakan dengan kalimat topik pada bagian akhir paragraf. Paragraf yang tersusun dengan cara ini disebut paragraf induktif .
Contoh 1:
Setelah diadakan peninjauan ke wilayah kampung XYZ Surabaya, diketahui persentase penggunaan listrik di RW 01 desa tersebut sebanyak 92%. Rumah penduduk yang telah menggunakan listrik, di RW 02 sebanyak 87%, RW 03 sebanyak 100%, dan RW 04 sebanyak 95%. Boleh dikatakan, di Kampung XYZ Surabaya, 93% rumah penduduk sudah menggunakan listrik.

Contoh 2:
Pada era persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif seperti saat ini. Seseorang yang menguasai Bahasa Inggris otomatis akan memiliki peluang yang lebih besar di dunia kerja. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki kemampuan Bahasa Inggris peluangnya akan semakin kecil untuk memasuki dunia kerja khususnya untuk dapat diterima sebagai karyawan. Itulah kenapa penguasaan Bahasa Inggris sangat diperlukan untuk menambah kompetensi di dunia kerja.


2.3. Paragraf Campuran

Paragraf campuran adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama dan kalimat terakhir, sehingga paragraf ini juga disebut dengan istilah paragraf deduktif-induktif. Pola pengembangan paragraf ini yaitu umum - khusus - umum. Paragraf dapat dimulai dengan kalimat topik disusul kalimat pengembang dan diakhiri kalimat penegas. Pada kalimat terakhir umumnya mengulangi gagasan yang dinyatakan kalimat pertama dengan sedikit tekanan.


Contoh 1 :
Indonesia adalah negara kesatuan. Negara yang terdiri dari ribuan pulau ini memiliki aneka ragam kebudayaan dan bahasa. Masyarakatnya yang rukun dan damai saling hidup berdampingan dalam perbedaan agama, bahasa, kebudayaan, dan lain-lain. Semboyan Bhineka Tunggal Eka yang berarti walaupun berbeda-beda tetap satu jua inilah yang menjadi dasar masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan. Selain kaya akan ragam kebudayaan, Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah dari ujung Sabang sampai Merauke. Dengan pengelolaan yang baik, kekayaan alam Indonesia ini bisa menghidupi serta mensejahterakan masyarakat Indonesia sehingga semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan serta kerukunan masyarakat Indonesia.

Contoh 2 :         
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak akan dapat hidup tanpa air. Manusia tidak bisa menahan kebutuhan akan air karena air merupakan komponen utama dari tubuh, rata-rata tiap orang memiliki 60% air dari berat tubuhnya. Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu keadaan yang timbul karena tubuh kekurangan air sehingga tidak dapat menjalankan fungsi normalnya. Bayangkan saja apa yang akan terjadi pada manusia jika persediaan air telah habis. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus peduli, menjaga dan melestarikan lingkungan kita, agar kelak sumber air kita tidak habis dan tidak akan terjadi krisis air bersih.

BAB III
PENUTUP


3.1. Kesimpulan

Dari penyusunan tulisan ini, saya menyimpulkan bahwa paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama. Pola pengembangan paragraf ini yaitu umum - khusus. Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat akhir. Pola pengembangan paragraf ini yaitu khusus - umum. Paragraf campuran adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama dan kalimat terakhir, sehingga paragraf ini juga disebutparagraf deduktif-induktif. Pola pengembangan paragraf ini yaitu umum - khusus - umum.


3.2. Saran


Dengan penyusunan makalah ini, saya berharap masyarakat Indonesia dapat lebih mengetahui dan memahami paragraf deduktif, induktif, dan campuran, baik dalam mengenal maupun dalam pembuatan paragraf tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar