KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa atas segala berkat
rahmat serta karunia-Nya, sehingga saya dapat menulis tulisan saya yang
berjudul “Paragraf Deduktif, Induktif, dan Campuran”.
Jika ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf, karena saya
masih baru memulai untuk membuat sebuah tulisan.
Sekian kata pengantar dari saya. Kurang lebihnya saya ucapkan mohon
maaf. Terima kasih telah membaca tulisan saya berikut ini.
Jakarta, 16 Oktober 2015
Yeremia Wise Barus
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang dipakai oleh bangsa bangsa
Indonesia, yang berfungsi sebagai lambang kebangsaan nasional, identitas
kebangsaan, alat pemersatu berbagai suku bangsa, dan sebagai bahasa pengantar
di negara Indonesia. Namun pada kenyataannya, warga bangsa Indonesia kurang
memperdulikan bahasa Indonesia, terutama dalam ragam tulisan. Dalam ragam
tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek
bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain, dalam ragam tulisan kita dituntut
adanya kelengkapan unsur tata bahasa, struktur bentuk kata, struktur kalimat,
serta kelengkapan bahasa di dalam struktur bahasa. Ragam tulisan berkaitan erat
dengan karangan, baik berupa karangan pendek maupun karangan panjang. Untuk
membuat sebuah karangan, kita harus mempelajari paragraf dan segala aspeknya.
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis-sistematis yang
merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran
pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan. Adapun paragraf dibagi dalam
beberapa jenis paragraf, diantaranya paragraf deduktif, paragraf induktif, dan
paragraf campuran. Untuk mempelajari dan memahami ketiga jenis paragraf
tersebut, maka disusunlah makalah yang berjudul “Paragraf Deduktif,
Induktif, dan Campuran”. Dengan dibuatnya makalah ini, penyusun berharap
pembaca dapat lebih memahami paragraf deduktif, induktif, dan campuran, baik
dalam mengenali maupun dalam penggunaannya.
1.2.
Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, kami memaparkan masalah mengenai :
1.2.1. Apakah yang dimaksud paragraf deduktif ?
1.2.2. Apakah yang dimaksud paragraf induktif ?
1.2.3. Apakah yang dimaksud paragraf campuran ?
1.3. Tujuan
Masalah
Adapun
tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.3.1.
Mengetahui dan memahami paragaraf deduktif
1.3.2.
Mengetahui dan memahami paragraf induktif
1.3.3.
Mengetahui dan memahami paragraf campuran
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak
pada kalimat pertama. Pola pengembangan paragraf ini yaitu umum -
khusus. Kalimat topik dikembangkan dengan pemaparan ataupun deskripsi sampai
bagian-bagian kecil sehingga pengertian kalimat topik yang bersifat umum
menjadi jelas (umum-khusus). Paragraf yang cara pengembangannya seperti ini
biasa kita kenal dengan paragraf deduktif.
Contoh
1:
Setiap hari selalu
terjadi kemacetan di Jakarta.Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor , antara lain : Pertama,
jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan
pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan
gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte
yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya
petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar
lalu lintas.
Contoh 2:
Beberapa hasil
penelitian menunjukkan bahwa teh mempunyai banyak manfaat. Mengonsumsi teh
secara teratur dapat mencegah kanker meskipun tidak terlalu besar. Teh juga
menguatkan tulang dan mencegah pertumbuhan plak di permukaan gigi sehingga
mencegah gigi berlubang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan cairan tubuh seperti
air putih, teh juga melawan penyakit jantung.
2.2.
Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak
pada kalimat akhir. Pola pengembangan paragraf ini yaitu khusus -
umum. Paragraf dimulai dengan penjelasan bagian-bagian konkret atau khusus
yang dituangkan dalam beberapa kalimat pengembang. Berdasarkan penjelasan
tersebut pengarang sampai kepada kesimpulan umum yang dinyatakan dengan kalimat
topik pada bagian akhir paragraf. Paragraf yang tersusun dengan cara ini
disebut paragraf induktif .
Contoh
1:
Setelah diadakan
peninjauan ke wilayah kampung XYZ Surabaya, diketahui persentase penggunaan
listrik di RW 01 desa tersebut sebanyak 92%. Rumah penduduk yang telah
menggunakan listrik, di RW 02 sebanyak 87%, RW 03 sebanyak 100%, dan RW 04
sebanyak 95%. Boleh dikatakan, di Kampung XYZ Surabaya, 93% rumah
penduduk sudah menggunakan listrik.
Contoh
2:
Pada era persaingan
dunia kerja yang semakin kompetitif seperti saat ini. Seseorang yang menguasai
Bahasa Inggris otomatis akan memiliki peluang yang lebih besar di dunia kerja.
Sebaliknya, orang yang tidak memiliki kemampuan Bahasa Inggris peluangnya akan
semakin kecil untuk memasuki dunia kerja khususnya untuk dapat diterima sebagai
karyawan. Itulah kenapa penguasaan Bahasa Inggris sangat diperlukan
untuk menambah kompetensi di dunia kerja.
2.3.
Paragraf Campuran
Paragraf campuran adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak
pada kalimat pertama dan kalimat terakhir, sehingga paragraf ini juga disebut
dengan istilah paragraf deduktif-induktif. Pola pengembangan
paragraf ini yaitu umum - khusus - umum. Paragraf dapat dimulai dengan kalimat
topik disusul kalimat pengembang dan diakhiri kalimat penegas. Pada kalimat
terakhir umumnya mengulangi gagasan yang dinyatakan kalimat pertama dengan
sedikit tekanan.
Contoh 1 :
Indonesia adalah negara
kesatuan. Negara yang
terdiri dari ribuan pulau ini memiliki aneka ragam kebudayaan dan bahasa.
Masyarakatnya yang rukun dan damai saling hidup berdampingan dalam perbedaan
agama, bahasa, kebudayaan, dan lain-lain. Semboyan Bhineka Tunggal Eka yang
berarti walaupun berbeda-beda tetap satu jua inilah yang menjadi dasar
masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan. Selain kaya akan ragam
kebudayaan, Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah dari ujung
Sabang sampai Merauke. Dengan pengelolaan yang baik, kekayaan alam
Indonesia ini bisa menghidupi serta mensejahterakan masyarakat Indonesia
sehingga semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan serta kerukunan masyarakat
Indonesia.
Contoh 2 :
Dalam kehidupan
sehari-hari, manusia tidak akan dapat hidup tanpa air. Manusia tidak bisa
menahan kebutuhan akan air karena air merupakan komponen utama dari tubuh,
rata-rata tiap orang memiliki 60% air dari berat tubuhnya. Kurangnya air dalam
tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu keadaan yang timbul karena tubuh
kekurangan air sehingga tidak dapat menjalankan fungsi normalnya. Bayangkan
saja apa yang akan terjadi pada manusia jika persediaan air telah habis. Oleh
karena itu, kita sebagai manusia harus peduli, menjaga dan melestarikan
lingkungan kita, agar kelak sumber air kita tidak habis dan tidak akan terjadi
krisis air bersih.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Dari penyusunan tulisan ini, saya menyimpulkan bahwa paragraf
deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama. Pola
pengembangan paragraf ini yaitu umum - khusus. Paragraf induktif adalah
paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat akhir. Pola
pengembangan paragraf ini yaitu khusus - umum. Paragraf campuran adalah
paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama dan kalimat
terakhir, sehingga paragraf ini juga disebutparagraf deduktif-induktif. Pola
pengembangan paragraf ini yaitu umum - khusus - umum.
3.2.
Saran
Dengan penyusunan makalah ini, saya berharap masyarakat Indonesia
dapat lebih mengetahui dan memahami paragraf deduktif, induktif, dan campuran,
baik dalam mengenal maupun dalam pembuatan paragraf tersebut.







0 komentar:
Posting Komentar